Translation


 Edit Translation

Chat With Us

Komentar Terbaru

    Commercial

    Tren Dalam Produksi Cetak Pelat Setelah Drupa 2004

    Berbagai jenis mesin, teknologi, dan proses yang digunakan untuk produksi hardcopy, dari kartu bisnis hingga koran harian, dapat dilihat di DRUPA 2004. Salah satu aspek penting yang dapat dipelajari dari Drupa ini adalah percetakan offset konvensional yang tetap dipertahankan dan bahkan diperkuat posisi pasarnya dibandingkan dengan metode percetakan lain seperti cetak gravur, cetak flexo, dan cetak digital.

    Keuntungan terpenting dari metode cetak ofset adalah proses produksi percetakan yang berbiaya rendah dengan kualitas optimum. Cetak ofset merupakan acuan secara kualitatif untuk semua metode cetak lainnya, dengan kualitas di atas semua kisaran cetakan. Lebih dari 30 tahun pelat cetak ofset telah digunakan. Teknologi CTP telah diterapkan secara meluas di pasaran sebagai hasil pengembangan revolusioner digital selama 10 tahun terakhir.

    Pemakaian digital dimulai pada masa pracetak. Keselarasan proses teks dan gambar digital dengan standarisasi proses percetakan menghasilkan pencapaian aliran kinerja database digital yang dikenal sekarang sebagai CIP 4, juga meliputi penyelesaian grafika.

    Kondisi tersebut tidak akan mungkin terjadi tanpa pengembangan lebih lanjut di bidang produksi. Mounting film konvesional diikuti oleh pembuatan pelat akan mungkin segera menjadi sesuatu yang ketinggalan zaman.

    Pasar percetakan telah meningkat lebih dari 30%. Teknologi CTP yang sekarang ditawarkan di pasaran secara kualitas telah mampu memenuhi kepuasan pengguna industri percetakan.

    Drupa 2004 telah menunjukan, teknik pengerjaan bergerak kearah pemakaian laser dan pencitraan dengan menggunakan panas secara berurutan.

    Dasar pelapisan pelat cetak adalah pelat cetak kertas dan pelat cetak polyester yang memiliki keunggulan setara dengan bahan yang diproses secara elektrokimia dan reaksi anodik pada alumunium.

    Kisaran yang saat ini ditawarkan terdiri dari beberapa proses berikut ini:

    Film analog dan teknologi pelat cetak – halogen perak dan proses diazo

    Telah dikembangkan format percetakan berbasis perak halida. Paparan cahaya dilakukan pada film negatif maupun positif dalam kondisi vakum dengan menggunakan cahaya tampak mata. Pelat cetak perak halida sangat peka cahaya, baik secara analog maupun digital. Kondisi tersebut sangat memungkinkan digunakannya cahaya laser. Kerugian dari proses percetakan berbasis perak halida adalah ditemukannya sisa proses yang merupakan pengotor yang membutuhkan perlakuan khusus.

    Pencetakan pelat dengan photopolymer

    Proses pencetakan pelat digital photopolymer melibatkan cahaya tampak mata (panjang gelombang berkisar dari 488 nanometer hingga 532 nanometer). Secara khusus teknik ini digunakan pada percetakan koran.

    Kecepatan sampai dengan 400.000 cetakan tanpa menggunakan pengeringan dan lebih dari 1.000.000 cetakan menggunakan pengering.

    Resolusi berkisar dari 2 hingga 98 % pada 150 lpi.

    Baru, lapisan tahan lama.

    Tingkat kepekaan yang tinggi memungkinkan area paparan cahaya yang lebih luas.

    Proses mutakhir pembuatan butir peka cahaya pelat.

    Pelat cetak fotopolymer tidak mengandung perak halida.

    Pelat Cetak Panas

    Pelat cetak ini tidak peka terhadap cahaya tampak mata, tetapi peka terhadap radiasi panas. Secara umum, pelat jenis ini tidak membutuhkan sinar pelindung (cahaya kuning atau merah) selama prosesnya karena mereka tidak sensitif terhadap cahaya tampak mata.

    Drupa 2004 menunjukkan adanya perkembangan teknologi kearah penggunaan pelat cetak dengan proses perlakuan pelat yang lebih praktis. Dalam teknologi digital, setelah proses pencitraan pada pelat secara digital, tidak dibutuhkan lagi perlakuan pelat dengan proses kimia.

    Oleh karena itu, inefisiensi yang mungkin timbul baik waktu maupun biaya, akibat proses kimia pada perlakuan pelat secara konvensional, telah benar-benar dihilangkan. Pada proses digital ini, proses perlakuan pelat hanya dicitrakan sebagai “on press” atau “off press”. Untuk 30.000 hingga 40.000 cetakan, pelat ini memiliki resolusi hingga 200 lpi dan tergantung dari jenis pelat sebelumnya.

    Fungsi dari pelat cetak tanpa proses ini adalah :

    Setelah terpapar (on press atau off press), rol pembasah mengalami perubahan gerak dan kontak sedemikian rupa sehingga larutan pembasah dapat memisahkan area non cetak dan cetak.

    Rol tinta kemudian dengan cepat membuang lapisan area non cetak.

    Tinta cetak pada lapisan non cetak dipindahkan ke lembar cetak pertama dan dihilangkan.

    Teknik tanpa proses ini tergantung pada sumber cahaya dan dapat digunakan untuk proses ultraviolet, proses photopolymer, dan proses panas.

    Pada semua proses CTP, tidak dibutuhkan film, dan proses ini juga dapat diterapkan pada on press ataupun off press.

    Kemungkinan lain memperlihatkan sistem CTP juga dapat digunakan untuk pencitraan pada pelat cetak dengan menggunakan proses inkjet . Dalam proses ini, baik langsung maupun tidak langsung, terjadi pencitraan cetakan pada permukaan pelat cetak.

    Tak ada keraguan lagi, teknik ini akan berkembang pesat bila terbukti mampu bersaing dalam hal kualitas maupun pertimbangan ekonomi.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.